SERIUS ATASI MASALAH SAMPAH, PEMKOT PANGKAL PINANG GANDENG PERUSAHAAN CINA DAN PT SKN

SHARE

PANGKAL PINANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkal Pinang berkomitmen untuk mengatasi permasalahan sampah di daerah ini.

Komitmen serius ini dibuktikan dengan dilaksanakan penandatanganan kerja sama (PKS) pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (Waste-to-Energy Power Plant antara Beijing Zhongke Qingfeng Technology Co., Ltd dengan PT Sumber Kamulyan Nusantara di Ruang Rapat Smart Room Center (SRC) Pemkot Pangkal Pinang, Rabu (4/2/2026).

Dalam kegiatan ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pangkal Pinang, Ir. Yan Rizana, S.T., M.Si mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkal Pinang, Ir. Mie Go, S.T., M.Si menyaksikan penandatanganan Kerja Sama ini.

 Kegiatan juga dihadiri oleh General Manager of International Department Beijing Zhongke Qingfeng Technology Co., Ltd Tianyang Liu, Direktur Authorized Representative Signature PT Sumber Kamulyan Nusantara Hartono Kesen, S.E., Kepala DLH Kota Pangkal Pinang Bartholomeus Suharto dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pangkalpinang Endang Supriadi.

 Turut hadir pula dalam kegiatan penandatanganan yang merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Pangkal Pinang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, peningkatan pengelolaan lingkungan hidup, serta pengembangan energi bersih melalui pemanfaatan sampah perkotaan ini, diantaranya Sekda Kabupaten Cianjur Ahmad Rifai Azhari, S.Sos., M.Si, Kepala Bapperida Kabupaten Cianjur, Kepala DLH Kabupaten Cianjur beserta rombongan. Sekda Kota Pangkal Pinang, Ir. Mie Go, S.T., M.Si mengatakan bahwa hari ini dilaksanakan penandatanganan kerjasama antara perusahaan China dengan PT SKN.

 “Insya Allah, locusnya ada di Kota Pangkal Pinang. Masalah sampah ini juga menjadi problem kota-kota maju dan berkembang yang ada di Indonesia,” ujarnya. Menurut Mie Go, sampah yang dihasilkan di Kota Pangkal Pinang ini kurang lebih 150 ton perhari dengan luas 104, 5 kilometer persegi dan jumlah penduduk sebanyak 230.000.

 “Yang mana TPA kita ini sudah Crowded.. Jadi, ini TPA kita sudah tidak memungkinkan dan sudah mendapat peringatan Kementerian Lingkungan Hidup. Ya, tentu membawa PR yang luar biasa menjadi konsentrasi masing-masing kota itu sendiri,” katanya.

 Dengan adanya kerjasama mengentaskan program sampah ini, lanjut Sekda, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan Cina dan PT SKN. “Kami Kota Pangkal Pinang siap untuk mendukung ini dan lahan ini kita persiapkan, ada lahan kita yang refresentative,” tim[al Mie Go.

 Oleh sebab itu Sekda Mie Go mengharapkan dengan hadirnya kerjasama ini tentu membawa angin segar dalam mengatasi permasalahan sampah di Kota Pangkal Pinang ini. “Tetapi, jangan sampai masuk angin. Dalam artian ini benar-benar dikelola dan ini bisa menguntungkan kedua belah pihak,” harapnya.