Pandemi Covid-19 Menjadi Salah Satu Faktor Perubahan RPJMD Kota Pangkalpinang
Lensabangkabelitung.com, Pangkalpinang – Adanya kebijakan refocusing anggaran yang diakibatkan pandemi Covid-19 membuat pembangunan di beberapa daerah terganggu. Termasuk di Kota Pangkalpinang.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pangkalpinang Tahun 2018-2023 mengalami perubahan dengan adanya penyesuaian yang harus dilakukan terhadap kondisi pandemi saat ini yang mesti dihadapi oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Pangkalpinang Belly Jawhari mengungkapkan, pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan RPJMD mengalami perubahan. Namun faktor utama perubahan RPJMD ini mengacu kepada Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 90 Tahun 2019 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 050-3708 Tahun 2020.
“Perubahan RPJMD ini terjadi karena faktor utamanya adalah regulasi, namun dengan kondisi pandemi Covid-19 ini mau tidak mau seluruh pemerintah daerah dan pemerintah pusat juga melakukan indentifikasi ulang terhadap target dan tujuan yang akan dicapai.” ujar Belly saat ditemui Kamis, 18 Juni 2021.
Perda RPJMD 2018-2023 ini sebelumnya sudah dilakukan perencanaan dengan baik, namun ketika pandemi Covid-19 ada berberapa ada berberapa rencana yang dirubah untuk memperkecil belanja daerah.
“Kita memang melakukan perencanaan dan penganggaran itu sesuai dengan kondisi keuangan APBD kita, dalam kondisi pandemi saat ini mau tidak mau kita melakukan rasionalisasi terhadap pos-pos anggaran yang sebelumnya kita rencanakan.” kata Belly.
Agar tidak mengalami defisit anggaran, Bappeda bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang melakukan pengkajian lebih mendalam terhadap berberapa rencana, seperti mendahulukan kegiatan yang penting dan mengurangi belanja daerah.
“Kita melihat dulu potensi pendapatan kita, baru kami sesuaikan dengan belanja daerah sehingga tidak mengalami defisit, jangan sampai kita terlalu optimis tetapi keuangan kita tidak mampu.” ucap Belly.
Ditambahkannya, saat ini Kota Pangkalpinang dalam kondisi keuangan dapat dikatakan stabil, yang merupakan dampak dari beberapa perubahan rencana dan belanja daerah.
“Kondisi sekarang kita kan alhamdulillah stabil antara pendapatan dan belanja sehingga tidak terjadi defisit yang terlalu besar,” kata dia.