PANGKAL PINANG - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pangkal Pinang, Ir. M. Belly Jawari, ST, M.Si mendampingi Walikota Pangkal Pinang Prof. Ir. Drs. H. Saparudin, M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng dan Wakil Walikota (Wawako) Pangkal Pinang Dessy Ayutrisna, S.E., M.M, dalam acara Rapat Koordinasi Inovasi Daerah Kota Pangkal Pinang Tahun 2026 yang berlangsung di ruang pertemuan Bapperida Kota Pangkal Pinang, Kamis (25/6/2026).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pangkal Pinang , Drs. Juhaini, M.M turut pula menghadiri kegiatan ini dan juga para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se- Kota Pangkal Pinang serta Camat dan Lurah.
Kepala Bapperida Kota Pangkal Pinang, Ir. M. Belly Jawari, ST, M.Si dalam paparannya yang berjudul materi “Persiapan Penilaian Inovasi Daerah dan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026”.
Ia menyampaikan bahwa, saat ini masih dalam tahapan pertama, yakni proses Kick Off Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah serta Pemberian Penghargaan IGA 2026 yang dimulai sejak 23 Juni 2026 hingga 7 Agustus 2026 mendatang.
“Tanggal 23 Juni kemarin, kita sudah melaksanakan kick off nya, Pak Wali dan Ibu Wakil Walikota. Jadi, kita lanjutkan di tingkat daerah, provinsi maupun kabupaten/kota itu mulai dari tanggal 23 Juni sampai dengan 7 Agustus untuk penjaringannya,” kata Belly sapaan akrab M. Belly Jawari.
Selanjutnya, menurut Belly, tahapan dalam Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah serta Pemberian Penghargaan IGA 2026, diantaranya meliputi verifikasi, validasi dan analisis Laporan Indeks Inovasi Daerah berdasarkan eviden.
“Jadi, evidennya harus ada. Kalau memang kita diukur untuk nilainya bagus, nanti kita akan presentasikan, Pak Wali dan Bu Wakil Walikota itu di tingkat nasional. Yang keempat, verifikasi lapangan dan kelima, pemberian penghargaan IGA nya akan dilaksanakan di akhir November 2026 dengan tuan rumahnya adalah Sumatera Barat,” terangnya.
Belly juga meminta seluruh OPD untuk mulai menginventarisasi dan mengusulkan inovasi yang telah berjalan selama sekitar dua tahun terakhir (2024–2025) agar dapat diikutsertakan dalam kompetisi inovasi daerah tingkat nasional.
“Kami mengharapkan kawan-kawan OPD mulai dari hari Senin ini , itu akan mulai penjaringan inovasi yang berumur kurang lebih 2 tahunlah 2024 dan 2025 untuk kita ikutkan di lomba Inovasi Daerah tingkat nasional,” pesan Belly.
Senada juga dikatakan oleh Walikota Pangkal Pinang Prof. Ir. Drs. H. Saparudin, M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
Orang nomor satu di Kota Pangkal Pinang ini turut mengapresiasi Rakor Inovasi Daerah Kota Pangkal Pinang Tahun 2026 yang digelar oleh Bapperida Kota Pangkal Pinang.
“Tentunya, kami menyambut baik sekaligus mengapresiasi teman-teman yang berinovasi. Jadi, kunci daripada inovasi ini adalah kebaruan, sesuatu yang baru dan sulit untuk menemukannya,” jelas Walikota.
Ia mencontohkan seperti inovasi yang dilakukan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pangkal Pinang , Drs. Juhaini, M.M.
“Sebetulnya, kita di Kota Pangkal Pinang ini banyak sekali inovasi yang bisa dibuat oleh teman-teman OPD terkait dengan tupoksinya dan sekarang itu, inovasi bisa didigitalisasi seperti kemarin Pak Juhaini itu lagi ikut PKN dan saya yang membimbingnya sekalian jadi Walikota juga dosen. Jadi, Pak Juhaini bikin inovasi Prediksi terhadap Inflasi dan ini termasuk kebaruan,” papar Saparudin.
Oleh karena itu, Walikota juga berpesan kepada seluruh OPD agar inovasi yang dikembangkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi digitalisasi harus mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Sebuah inovasi, kebaruannya untuk mengubah sesuatu menjadi bermanfaat dan kontribusinya signifikan. Mudah-mudahan inovasi yang bapak/ibu kembangkan dapat berkontribusi secara signifikan dan dapat mengubah sesuatu menjadi lebih baik dan memberikan dampak yang bermanfaat,” pesan Saparudin.
“Semoga inovasinya bisa berhasil, tembus nasional,” tutup Walikota.