Rapat merupakan salah satu aktivitas yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tugas pemerintahan. Namun, di balik pelaksanaan rapat, terdapat persoalan sederhana yang sering luput dari perhatian, yaitu sampah yang dihasilkan setelah kegiatan selesai. Botol dan gelas plastik, kemasan makanan, tisu, sedotan hingga sisa makanan kerap menjadi bagian dari aktivitas rapat yang apabila tidak segera ditangani dapat memengaruhi kebersihan dan kenyamanan ruang kerja.
Berangkat dari kondisi tersebut, hadir inovasi SIBER RI (Siap Bersih Setelah Rapat Bersama Elemen Riset dan Inovasi) sebagai sebuah gerakan internal yang mendorong terciptanya budaya kerja bersih, tertib, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan.
SIBER RI mengusung konsep sederhana, yaitu memastikan setiap kegiatan rapat tidak benar-benar selesai sebelum ruang yang digunakan kembali dalam kondisi bersih dan tertata. Setelah rapat berakhir, peserta diajak untuk bersama-sama membersihkan sampah yang dihasilkan serta melakukan pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya.
Inovasi ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya sampah plastik dan bekas makanan setelah kegiatan rapat, belum optimalnya keterlibatan peserta dalam menjaga kebersihan, serta pengelolaan sampah setelah rapat yang sebelumnya belum menjadi bagian dari kebiasaan kerja sehari-hari. Selain itu, sampah plastik dan sisa makanan yang masih bercampur juga menjadi perhatian dalam upaya membangun lingkungan kerja yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Melalui SIBER RI, paradigma bahwa kebersihan setelah rapat sepenuhnya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan mulai diubah. Seluruh peserta rapat didorong untuk ikut bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung.
Kebersihan menjadi bagian dari budaya rapat. Prinsip inilah yang menjadi salah satu nilai utama SIBER RI. Peserta tidak hanya hadir, berdiskusi, dan menyelesaikan agenda rapat, tetapi juga turut memastikan tidak ada sampah yang tertinggal setelah kegiatan selesai.
Kebaruan SIBER RI terletak pada pengintegrasian aktivitas kebersihan secara langsung ke dalam mekanisme pelaksanaan rapat. Pembersihan dilakukan segera setelah kegiatan berakhir, sampah diupayakan untuk dipilah berdasarkan jenisnya, serta dilakukan pengawasan sederhana terhadap kondisi ruang rapat sebelum ditinggalkan.
Menariknya, pelaksanaan SIBER RI tidak membutuhkan teknologi khusus maupun anggaran yang besar. Inovasi ini mengandalkan perubahan perilaku, kepedulian, kedisiplinan, dan komitmen bersama. Dengan langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, SIBER RI diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif di lingkungan kerja.
Selain menciptakan ruang rapat yang lebih bersih dan nyaman, gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah plastik dan sampah makanan sekaligus meningkatkan kesadaran aparatur terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
SIBER RI menunjukkan bahwa sebuah inovasi tidak selalu harus diwujudkan melalui teknologi yang kompleks. Perubahan sederhana yang menjawab persoalan nyata dan dilakukan secara berkelanjutan juga dapat memberikan dampak positif bagi organisasi.
Dengan mekanisme yang mudah diterapkan, SIBER RI juga memiliki peluang untuk direplikasi oleh perangkat daerah lainnya. Semangat “rapat selesai, ruangan kembali bersih” diharapkan dapat berkembang menjadi budaya kerja bersama dalam mewujudkan lingkungan pemerintahan yang lebih bersih, nyaman, tertib, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.